Wawasan Manado — Wakil Wali Kota Manado, dr Richard Sualang, secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Penanggulangan Kemiskinan Daerah Tahun 2025 yang digelar di Hotel Gran Puri Manado, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kota Manado dalam menekan angka kemiskinan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Rakorev diikuti oleh berbagai perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta pemangku kepentingan terkait yang terlibat langsung dalam program-program penanggulangan kemiskinan.
Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kolaborasi
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Manado menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid dan terukur.
“Rakorev ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi wadah untuk melihat sejauh mana kinerja kita dalam menurunkan angka kemiskinan. Dibutuhkan komitmen holistik dari seluruh perangkat daerah agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” ujar dr Richard Sualang.
Baca Juga : Kemenkum Hadiri RAKOREV RKPD Triwulan III Tahun 2025
Ia menekankan pentingnya kesinambungan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Menurutnya, kebijakan penanggulangan kemiskinan harus berbasis data yang akurat agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.
Fokus pada Program Berdampak Langsung
Dalam Rakorev tersebut, sejumlah program strategis turut dievaluasi, termasuk bantuan sosial, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, serta akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
dr Richard Sualang menyampaikan bahwa Pemkot Manado akan terus mendorong program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
“Kita ingin setiap program memiliki output yang jelas dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Tidak boleh ada program yang hanya sebatas seremonial,” tegasnya.
Selain itu, ia juga meminta seluruh OPD untuk meningkatkan sinergi dengan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat guna memperluas jangkauan program dan dukungan anggaran.
Peran Penting Pemerintah di Tingkat Kelurahan
Wakil Wali Kota juga menekankan peran penting camat dan lurah sebagai ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Ia menilai, keberhasilan pengentasan kemiskinan sangat ditentukan oleh ketepatan pendataan serta pendampingan langsung kepada warga.
“Camat dan lurah harus benar-benar memahami kondisi sosial masyarakat di wilayahnya. Validasi data menjadi kunci agar tidak ada warga miskin yang terlewat dari program bantuan,” katanya.
Komitmen Lanjutkan Program Berkelanjutan
Melalui Rakorev ini, Pemkot Manado berkomitmen untuk memperkuat kebijakan penanggulangan kemiskinan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat menjadi dasar perumusan program yang lebih efektif pada tahun berikutnya.
Rakorev Penanggulangan Kemiskinan Daerah Tahun 2025 ini diakhiri dengan pemaparan evaluasi kinerja masing-masing OPD. Serta diskusi strategis untuk merumuskan langkah-langkah percepatan pengurangan kemiskinan di Kota Manado.





