, ,

Tiga Pesan Bupati Joune Ganda di Pembukaan Pekan Budaya Tonsea 2025

oleh -1773 Dilihat

Manado – Tiga Pesan Bupati Joune Ganda di Pembukaan Pekan Budaya Tonsea 2025. Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, yang diwakili Asisten III Pemkab Minut, Jossy Kawengian, membuka secara resmi Pekan Budaya Tonsea 2025 yang digelar perdana, Sabtu (15/11/2025).

Acara yang dipusatkan di Halaman Sutan Raja Hotel ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-22 Kabupaten Minahasa Utara, dan akan berlangsung hingga 20 November 2025. Sambutan Joune Ganda melalui Jossy Kawengian, menegaskan Pekan Budaya Tonsea bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting merawat identitas, memperkuat persatuan, dan memberdayakan masyarakat melalui kekayaan budaya lokal.

Bupati Joune Ganda mengingatkan budaya hanya dapat bertahan bila dijaga secara kolektif. “Pemerintah hadir memfasilitasi, tetapi institusi adat, gereja, sekolah, dan keluarga adalah pusat kewarisan budaya yang sesungguhnya,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali bahasa Tonsea di sekolah, mempromosikan tarian dan musik tradisional, serta mempertahankan adat istiadat agar tidak hilang ditelan modernitas.

Joune menyoroti peran budaya sebagai motor penggerak ekonomi. “Pekan Budaya Tonsea harus menjadi ruang ekonomi kreatif,” ujarnya. Melalui kuliner khas, kerajinan lokal, pertunjukan seni, hingga pariwisata berbasis budaya, Pekan Budaya Tonsea diharapkan dapat menjadi wadah yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus meningkatkan pemberdayaan masyarakat.

Dalam pesan ketiganya, Joune menekankan identitas Tonsea merupakan bagian penting dari mozaik keragaman Minahasa dan Sulawesi Utara.Pariwisata Sulawesi Utara “Kita merawat identitas, kita memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebanggaan daerah,” katanya. Ia mengajak masyarakat menjadikan Pekan Budaya Tonsea sebagai pijakan untuk meneguhkan jati diri, memperkuat kebersamaan, dan membangun Minahasa Utara yang maju, berbudaya, serta diberkati.

Joune menyampaikan apresiasi kepada Majelis Adat Minahasa Tonsea, para tokoh adat, seniman, komunitas budaya, panitia pelaksana, serta seluruh masyarakat yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan acara ini. “Komitmen dan kecintaan kita memastikan warisan budaya Tonsea tetap hidup dan relevan,” tandasnya. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Vanda Sarundajang menyampaikan harapan agar pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dapat memberikan dukungan dan tindak lanjut terhadap penetapan empat karya budaya Minahasa yang baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kementerian pada Sidang Penetapan WBTB, 10 Oktober 2025 di Jakarta.

Baca Juga : PSM Unsrat Manado Juara Umum di KTICC Semarang, Borong Tiga Emas dan Dua Champion

Tiga Pesan Bupati Joune Ganda
Tiga Pesan Bupati Joune Ganda

Empat karya budaya tersebut yakni musik bambu, graba pulutan, kumaus, dan ba kera (SPA tradisional). Vanda Sarundajang menyebut, keempat karya budaya ini memiliki nilai historis dan filosofi mendalam yang merepresentasikan identitas dan kearifan lokal masyarakat Minahasa. “Kami berharap karya budaya yang sudah ditetapkan ini dapat memperoleh perhatian dan fasilitasi untuk bisa melangkah ke tingkat internasional, khususnya ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia,” ujar Vanda Sarundajang.

Selain itu, Wakil Bupati juga menyampaikan permohonan fasilitasi program dan dukungan anggaran dari Kementerian Kebudayaan untuk mendukung berbagai kegiatan pemajuan kebudayaan di Kabupaten Minahasa, mulai dari pelestarian hingga promosi budaya daerah.

Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan komitmen bersama untuk memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia, khususnya dalam memperkenalkan kekayaan budaya Minahasa ke dunia. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Minahasa didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Minahasa, yang turut memberikan paparan teknis terkait program pengembangan kebudayaan daerah.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.