MANADO – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir langsung dalam Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Pemerintah pusat memilih Manado sebagai tuan rumah acara berskala nasional ini. Keputusan tersebut mencerminkan komitmen negara terhadap toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, seluruh panitia kini bekerja keras menyukseskan hajatan rohani terbesar tahun ini.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 7 hingga 9 April 2026. Puncak acara jatuh pada 8 April 2026 di ruang terbuka kawasan Megamas. Selain itu, Manado dikenal luas sebagai kota toleransi yang harmonis. Oleh sebab itu, kota ini sangat tepat menjadi panggung perayaan keagamaan tingkat nasional.
Lokasi Strategis di Jantung Kota Manado
Panitia memilih kawasan Megamas, tepatnya Pohon Kasih, sebagai lokasi utama acara. Ibadah puncak mulai pukul 09.00 WITA pada 8 April 2026. Lokasi ini menawarkan kapasitas parkir luas serta akses hotel yang mudah. Selain itu, panitia juga menyiapkan kantong parkir cadangan di Manado Town Square, Marina Plaza, dan area Sam Ratulangi.
Panitia memperkirakan 60 hingga 70 ribu peserta hadir dari berbagai penjuru Indonesia. Bahkan, panitia memasang 8 unit videotron besar di kawasan Megamas. Layar-layar itu membantu seluruh jemaat menyaksikan ibadah dengan jelas dan nyaman.
Kepanitiaan Resmi Tingkat Nasional
Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo, meresmikan struktur kepanitiaan acara ini. Ia sekaligus bertindak sebagai Pelindung Utama. Sementara itu, Recky H. Langie, S.E. memimpin ratusan panitia pelaksana dari berbagai latar belakang. Mereka mencakup tokoh nasional, pejabat daerah, pemimpin gereja lintas denominasi, dan akademisi.
Recky Langie menyebut kepercayaan ini sebagai kebanggaan besar bagi Sulawesi Utara. Oleh karena itu, panitia menargetkan penyelenggaraan yang berkualitas dan terukur. Bahkan, seluruh seksi kerja sudah merampungkan persiapan hingga 95 persen. Koordinasi antar divisi pun terus berjalan intensif hingga hari pelaksanaan tiba.
Keamanan dan Kesiapan Teknis Acara
Panitia menggandeng Kapolda Sulawesi Utara dan Forkopimda untuk mengamankan acara. Selanjutnya, aparat kepolisian merancang skema rekayasa lalu lintas secara khusus. Langkah ini mengantisipasi lonjakan puluhan ribu peserta di kawasan Megamas. Selain itu, tim teknis memfinalisasi kesiapan panggung, tata suara, dan pencahayaan secara menyeluruh.
Baca Juga:Parmusi Kalbar Gelar Seminar dan Upgrading Dai
Panitia juga menyiapkan pemimpin ibadah, pengkhotbah, dan tim paduan suara terbaik. Bahkan, tokoh-tokoh lintas agama turut hadir untuk mempertegas semangat kebersamaan. Dengan demikian, Paskah Nasional 2026 memberi makna mendalam secara rohani sekaligus kebangsaan.
Pesan Toleransi untuk Seluruh Indonesia
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong perayaan tahun ini melampaui kualitas tahun sebelumnya. Beliau menegaskan bahwa seluruh umat harus merasakan semangat Paskah ini. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menambahkan bahwa acara ini harus tampil beda dari perayaan lainnya. Dengan demikian, Manado akan menjadi contoh nyata harmoni keberagaman bagi seluruh Indonesia.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Sulawesi Utara
Paskah Nasional 2026 juga membuka peluang ekonomi besar bagi Sulawesi Utara. Puluhan ribu peserta dari luar daerah menggerakkan sektor hotel, kuliner, dan transportasi lokal. Selain itu, para pelaku UMKM berpotensi meraup keuntungan signifikan selama acara berlangsung. Oleh karena itu, panitia optimis Paskah Nasional akan menjadi agenda tahunan sekaligus ikon pariwisata Sulawesi Utara ke depan.







