Manado – Peneliti Barometer Suara Indonesia Baso Affandi: Restu Kekuasaan Jadi Penentu Kepemimpinan PPP. Dinamika politik yang muncul dari Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi sorotan publik.
Muhammad Mardiono terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPP PPP.
Namun di sisi lain, muncul klaim bahwa Agus Suparmanto juga sah sebagai ketua. Bahkan, forum muktamar sempat diwarnai kericuhan antar kader.
Menanggapi hal tersebut, Peneliti Senior Barometer Suara Indonesia, Baso Affandi, menilai dualisme kepemimpinan yang terjadi akan berdampak langsung terhadap soliditas internal PPP.
“Soal akan berpengaruhnya soliditas partai akibat dualisme itu pasti. Namun sejarah PPP dari dulu selalu siapa yang dekat dengan kekuasaan atau siapa yang dapat restu istana,” kata Baso via WhatsApp, Minggu (28/9/2025) malam.
Ia mencontohkan, sejak era Zailani Naro hingga kepemimpinan Muhammad Mardiono saat ini, arah kepemimpinan PPP kerap dipengaruhi oleh restu politik dari pihak penguasa.
“Sekarang ini tinggal menunggu waktu saja siapa yang akan dapat restu istana, maka dialah yang akan sah sebagai ketua umum. Terpilih secara aklamasi hanyalah metode atau strategi masing-masing kubu,” jelasnya.
Lebih lanjut, Baso menilai situasi ini juga bisa memengaruhi langkah PPP dalam merebut kembali simpati publik.
Menurutnya, PPP harus berani keluar dari konflik internal dan kembali pada semangat awal pendirian partai.
“PPP wajib berani menarik garis demarkasi dengan kekuasaan, sembari kembali pada semangat pendiriannya untuk bekerja demi umat,” ujarnya.Ia menegaskan, salah satu jalan keluar terbaik adalah adanya gerakan islah yang melibatkan kedua kubu.
Baca Juga : Peringati Hari Rabies Sedunia, Pemerintah Berikan 1000 Vaksin Rabies Gratis di Manado

Bahkan, PPP dinilai membutuhkan figur baru yang netral untuk memimpin partai.
“Harus ada figur netral yang bisa membawa PPP berlayar dengan tenang tanpa diisi oleh konflik,” kata Baso.
Namun, ia mengingatkan jika langkah tersebut tidak diambil, maka dampaknya justru akan dirasakan di akar rumput.
“Pengurus mungkin saja solid, tapi pemilih justru bisa mengucapkan selamat tinggal terhadap partai yang dikenal dengan tagline ‘rumah besar umat Islam’ ini,” pungkasnya. (Pet)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.





