,

Inovasi Asap Cair Dosen FPIK Unsrat Manado Dipamerkan di Sulut Riset dan Inovasi

oleh -1122 Dilihat

Wawasan Manado — Ajang Sulut Riset dan Inovasi Expo 2025 yang digelar pada 18–20 November di Atrium Mantos 1 menghadirkan beragam temuan terbaru dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset. Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung adalah alat pembuatan asap cair karya dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Jenki Pongoh.

RRI.co.id - Inovasi Asap Cair Dosen FPIK Unsrat Manado
Inovasi Asap Cair Dosen FPIK Unsrat Manado Dipamerkan di Sulut Riset dan Inovasi

Alat tersebut dirancang untuk menghasilkan asap cair berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor, mulai dari pengawetan hasil perikanan, peningkatan produktivitas pertanian, hingga aplikasi dalam bidang farmasi.


Teknologi untuk Pengawetan Perikanan dan Pertanian Modern

Dalam pameran, Jenki Pongoh menjelaskan bahwa alat tersebut menghasilkan asap cair yang berfungsi sebagai pengawet alami dan lebih aman berbanding dengan bahan kimia sintetis. Ia menilai inovasi ini sangat potensial membantu pelaku usaha perikanan memperpanjang masa simpan produk tanpa mengubah cita rasa.

Baca Juga : Inovasi Fotovoltaik Percepat Produksi Gula Semut

“Asap cair memberikan alternatif pengawetan yang lebih sehat, efisien, dan ramah lingkungan. Produk ini dapat diaplikasikan untuk ikan asap, pengendalian bakteri, hingga peningkatan mutu hasil tangkapan,” jelas Pongoh.

Selain itu, asap cair juga dapat gunakan pada aktivitas pertanian. Terutama sebagai pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT). Serta peningkat kesuburan tanah berkat kandungan senyawa aktif yang proses pirolisis bahan organik hasilkan.


Potensi Pengembangan ke Industri Farmasi

Tidak hanya untuk pangan dan pertanian, Jenki Pongoh menyebutkan bahwa asap cair memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor kesehatan.

“Beberapa senyawa dalam asap cair dapat diformulasikan untuk produk farmasi tertentu, seperti antiseptik atau bahan pendukung terapi herbal. Ini membuka peluang besar bagi kolaborasi riset lintas disiplin,” tambahnya.

Inovasi ini sekaligus menjadi wujud kontribusi akademisi dalam mendukung pengembangan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat luas.


Mendapat Apresiasi Pengunjung Expo

Pengunjung Sulut Riset dan Inovasi Expo terlihat antusias menyimak penjelasan dan melihat langsung proses kerja alat tersebut. Banyak pelaku UMKM dan akademisi yang menyatakan ketertarikannya untuk mengadopsi teknologi ini dalam usaha maupun riset lanjutan.

Penyelenggara expo memberikan apresiasi kepada para inovator.  Termasuk FPIK Unsrat, yang penyelenggara nilai mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di sektor pangan, pertanian, dan kesehatan.

Dengan adanya inovasi seperti alat pembuatan asap cair ini. Sulawesi Utara semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat pengembangan riset dan teknologi yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.