, ,

Lagi Polisi, Gagalkan Keberangkatan Seorang Warga Sulut ke Kamboja, Diduga Korban TPPO

oleh -1953 Dilihat

Manado – Lagi Polisi, Gagalkan Keberangkatan Seorang Warga Sulut ke Kamboja, Diduga Korban TPPO. Seorang calon pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal
berinisial JM (22), diduga akan menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Kamis (16/10/2025).

Untungnya, keberangkatan JM ke Kamboja berhasil digagalkan oleh Personel Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi, Polresta Manado.

JM diamankan di Bandara Sam Ratulangi, Jalan A.A. Maramis, Kelurahan Lapangan, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, sekitar pukul 17.40 Wita.

Personel Polsek Bandara, saat melaksanakan patroli pemantauan di area check-in, menerima informasi adanya seorang penumpang yang akan diberangkatkan ke Kamboja untuk bekerja sebagai scammer tanpa melalui prosedur resmi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan pihak maskapai Lion Air untuk melakukan pengecekan manifest penerbangan serta mencetak e-ticket penumpang terkait. Setelah memastikan identitas calon penumpang, polisi kemudian melakukan interogasi dan berkoordinasi dengan BP3MI Sulawesi Utara dan Yayasan KYU Manado.

Dari hasil interogasi diketahui, penumpang yang dicegah berinisial J.M. warga Kelurahan Sario Utara, Kecamatan Sario, Kota Manado. Ia mengaku direkrut oleh seorang perempuan berinisial P yang saat ini berada di Kamboja. Melalui komunikasi lewat WhatsApp, pelaku menjanjikan pekerjaan dengan gaji Rp13 juta per bulan, serta menanggung seluruh biaya tiket dan akomodasi.

JM sempat melakukan proses check-in dan menuju ruang tunggu boarding gate, sebelum akhirnya diamankan oleh petugas. Setelah diberi edukasi oleh kepolisian dan BP3MI, yang menjelaskan bahwa penempatan PMI ke negara-negara seperti Kamboja, Thailand, Myanmar, dan Vietnam tidak memiliki kerja sama resmi dengan pemerintah Indonesia dan rawan TPPO, JM akhirnya bersedia membatalkan keberangkatannya.

“Kami langsung lakukan pencegahan karena yang bersangkutan tidak memiliki dokumen resmi dan terindikasi menjadi korban perekrutan ilegal. Kami juga berikan edukasi agar tidak mudah tergiur tawaran kerja ke luar negeri tanpa jalur yang sah,” tutur Kapolsek Bandara Ipda Masry didampingi Kasi Huma Iptu Agus Haryono.

Kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi Manado dan berkoordinasi dengan BP3MI Sulut untuk proses perlindungan terhadap calon korban.

Imbauan BP3MI kepada Warga Sulut yang Ingin Kerja di Luar Negeri
BP3MI juga mengimbau agar masyarakat Sulut tidak tergiur dengan tawaran kerja secara ilegal di luar negeri. Dikatakan, BP3MI siap memberikan informasi penerimaan PMI. Masyarakat dapat mengakses layanan ini setiap hari kerja.

Dirinya menyebut, saat ini tercatat ada 433 warga Sulawesi Utara bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Ratusan pekerja itu saat ini bekerja di berbagai negara. Seperti yakni Singapura, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Arab Saudi, Papua Nugini, Bulgaria, Maladewa dan Jerman.

Mereka bekerja di beragam sektor. “Seperti house maid atau asisten rumah tangga, pengelola makanan, juru kebersihan, waiter di restoran dan lain sebagainya,” ujar Syachrul, Kamis (16/10/2025).

Khusus di Jepang, sebagian besar bekerja sebagai perawat, perawat lansia (care worker). Di mana, Indonesia dan Jepang memiliki kerja sama penempatan tenaga kerja Specialized Skilled Worker (SSW). “Penghasilan yang diterima lumayan besar mencapai puluhan juta sebulan,” terang dia.

Baca Juga : Gempa Terkini di Sulawesi Barat Jumat 17 Oktober 2025, Berikut Info BMKG

Lagi Polisi
Lagi Polisi

Modus Baru Pekerja Migran Ilegal
Pencegahan dan penertiban warga yang hendak berangkat ke Kamboja makin intens tak menyurutkan niat mereka yang nekat. Penelusuran Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, ada sejumlah warga yang punya modus baru untuk berangkat ke Kamboja. Lagi, Polisi Gagalkan Keberangkatan Seorang Warga Sulut ke Kamboja, Diduga Korban TPPO.

Mereka menghindari ketatnya skrining di bandara dengan menggunakan jalur laut dengan tujuan akhir Kamboja. “Belum lama ini, September lalu, ada 14 orang yang dicegah, hendak ke Kamboja via pelabuhan di Gorontalo,” kata Kepala BP3MI Sulawesi Utara, M. Syachrul Afriyadi kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (16/10/2025). Lagi, Polisi Gagalkan Keberangkatan Seorang Warga Sulut ke Kamboja, Diduga Korban TPPO.

Katanya, modus baru ini digunakan karena pengawasan di pelabuhan laut yang ‘relatif’ longgar. Syachrul yang didampingi Pengantar Kerja Ahli Pertama, Jordy Subekti mengungkapkan, rute yang dilalui adalah Gorontalo ke Makassar lalu Jakarta. Ada juga, dari Makassar langsung pesawat,” katanya.

Dijelaskan, sindikat pekerja ke Kamboja membiayai keberangkatan. Mereka menyediakan tiket, penginapan, hotel dan transportasi lainnya. “Ada yang memandu khusus selama perjalanan dari Manado sampai di Kamboja,” katanya.

Terkait itu, BP3MI terus mengimbau masyarakat Sulawesi Utara tidak tergiur dengan tawaran bekerja di Kamboja. Pasalnya, Kamboja bukan negara penempatan pekerja migran Indonesia. Selain itu, mereka yang sudah di Kamboja bekerja di perusahaan sebagai scammer dan admin judi online. “Sementara di sana aturan ketenagakerjaannya berbeda dari Indonesia,” ujarnya.

Indosat

No More Posts Available.

No more pages to load.